Kampung Souvenir

Sepakung – Dengan kondisi pegunungan yang dipenuhi oleh rimbunnya kayu pinus, semula batang kayu pinus digunakan oleh warga untuk kebutuhan kayu bakar, karena memang getah kayu pinus ini memang mudah sekali terbakar layaknya minyak, maka dari itu warga Desa Sepakung di sela-sela kesibukan bercocok tanam, mereka juga mencari batang kayu pinus yang sudah jatuh dari pohon untuk bahan bakar dapur mereka.

Dari potensi kayu pinus yang banyak, yang semula menjadi kayu bakar, ternyata bisa dikembangkang menjadi bahan souvenir yang mahal harganya. Dengan di olah oleh tangan kreatif, ternyata batang kayu pinus bisa menghasilkan karya seni yang luar biasa.

“Saya sangat menyayangkan, batang kayu pinus cuma di buat bahan bakar dapur, padahal jika di olah dengan teliti, dapat menjadi kerajinan tangan yang mahal harganya ” kata Fadil, pengrajin souvenir.

“Dengan alat seadanya, saya mencoba membuat gantungan kunci dan plakat yang terbuat dari batang kayu pinus, yang nanti hasilnya bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung wisata”, tambahnya.

foto : souvenir dari batang kayu pinus

Kegiatan ini digagas sejak ahir 2017, hingga bisa mendesain sebuah souvenir yang memang layak jual. Para pengunjung mulai tertarik dengan souvenir ini, sudah banyak pula yang pesan untuk dibuatkan tulisan dinding sesuai dengan selera mereka.

“Harapanya, dengan berkembangnya souvenir ini, bisa menjadikan lapangan pekerjaan untuk warga Desa Sepakung dan menjadi produk unggulan Wisata Sepakung untuk menarik pengunjung wisata yang pada ahirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” ungkap Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri.

Sejak awal 2018, telah dimulai pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan memanfaatkan potensi kayu pinus yang dikemas dalam berbagai bentuk kerajinan tangan yang bisa dipasarkan oleh dosen Teknik Mesin UPGRIS, Gostsa Khusnun Naufal SPd MT. Yang bersangkutan, memanfaatkan potensi bahan potongan dahan kayu pinus dari Desa Sepakung yang semula sekadar digunakan untuk kayu bakar. Selengkapnya : berita suara merdeka

Souvenir tersebut pada Minggu, 28 Januari 2018 kemarin telah diberikan kepada Gubernur Jawa Tengah, H. Bapak Ganjar Pranowo sebagai kenang-kenangan telah berkunjung ke Sepakung untuk meresmikan Desa Digital. lihat berita selengkapnya : portal berita pemprov jateng

foto : Ganjar Pranowo melihatkan kenang-kenangan dari Desa Sepakung berupa Souvenir Plakat batang kayu pinus dan kaos ayo dolan sepakung

Mulai Februari ini, KKN reguler dari Universitas PGRI Semarang akan melaksanakan program pengembangan souvenir di Desa Sepakung dengan menggunakan alat laser sehingga hasilnya menjadi lebih maksimal, dan bisa menambah harga jual produk.

foto : desain plakat pinus yang akan dicetak menggunakan laser

 

foto : proses pembuatan souvenir dengan menggunakan laser

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *