Pemanfaatan Sumber Daya Alam Lokal Untuk Pengembangan Sistem Pertanian di Dusun Gojati, Desa Sepakung KKN UKSW 2018

Foto Bersama Keluarga Kepala Dusun Gojati


Pekarangan adalah sebidang tanah terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan memiliki batas yang jelas. Pekarangan memiliki peluang untuk digunakan sebagai sumber pangan dan papan penghuni rumah. Lahan pekarangan dapat dimanfaatkan untuk dunia pertanian dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Pada pertanian pekarangan dapat dilakukan penganekaragaman jenis tanaman meskipun pada lahan yang sempit sekaligus meningkatkan estetika lingkungan. Teknik penanaman yang dapat digunakan dalam pertanian pekarangan adalah hidroponik, vertikultur, maupun penanaman menggunakan media pot.

Kegiatan ini KKN dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW tahun 2018 tepatnya pada tanggal 6 November 2018 sampai dengan 8 Desember 2018 yaitu selama 30 hari bertempat di Dusun Gojati, Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

1. Hidroponik

Gambar 1. Edukasi Hidroponik

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak Dusun Gojati di bawah arahan mahasiswa KKN Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW tahun 2018 dengan memanfaatkan botol minuman bekas sebagai pengganti pot yang kemudian mereka cat sesuai keinginan mereka. Dalam pelaksanaannya anak-anak sangat antusias belajar tentang bertanam dengan hidroponik. Hal ini dikarenakan hidroponik yang dibuat, dihias sendiri, dirangkai, dan dibawa pulang ke rumah masing- masing. Tanaman yang digunakan dalam pembuatan hidroponik ini adalah selada, sawi pagoda, selada merah dan bunga fitonia. Adanya pemberian informasi mengenai budidaya sayuran dengan teknik hidroponik diharapkan warga Dusun Gojati dapat melakukan praktik langsung. Praktik ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan seperti di depan rumah atau belakang rumah.

2. Vertikulur

Gambar 2. Pembuatan Vertikultur

Vertikultur merupakan cara bertanam yang dapat diterapkan pada sistem pertanian pekarangan Vertikultur adalah teknik budidaya tanaman dengan tujuan untuk memanfaatkan lahan sempit semaksimal mungkin dengan memanfaatkan pohon bambu yang ada di daerah sekitar Dusun Gojati. Hal ini dilakukan untuk memberikan wawasan tambahan dan informasi tentang teknik budidaya secara vertikultur  terhadap warga masyarakat Dusun Gojati. Beberapa warga yang bermata pencaharian sebagai petani kurang mengetahui tentang vertikultur. Selain itu kebanyakan lahan pertaniannya ditanami tanaman pangan. Sehingga pemenuhan kebutuhan akan sayuran untuk setiap harinya masih mengandalkan pedagang sayur keliling. Hal ini menjadikan warga sangat tertarik dengan belajar teknik tersebut.

3. Pemanfaatan Limbah Sayuran Untuk Membuat POC (Pupuk Organik Cair)

Gambar 3. POC (Pupuk Organik Cair)

Penggunaan pupuk kimia yang digunakan secara berlebihan dan terus menerus berakibat buruk bagi kondisi tanah lahan. Tanah akan mengeras dan kesuburan tanah berkurang. Hal ini dapat mengganggu pertumbuhan tanaman budidaya. Banyaknya limbah sayur rumahan yang tidak digunakan secara maksimal menjadi gagasan dalam pembuatan pupuk organik cair. Selain untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik juga dapat mengurangi limbah sayuran yang tidak terpakai. Pembuatan sampel POC yang berbahan dasar limbah rumahan. Pembuatan sampel pupuk organik cair melalui proses fermentasi an aerob selama kurang lebih 3 minggu. Bahan yang digunakan adalah air cucian beras, gula aren, pepaya busuk, limbah sayur dari famili brasicca terutama kubis, dan bonggol pisang dibagian tengah. Didalam bonggol pisang terdapat zat pengatur tumbuh giberelin dan sitokini, serta terdapat 7 mikroba yang sangat berguna bagi tanaman. Cara pengaplikasian POC ini adalah 10 ml POC untuk 1 liter air.

 

4. Pestisida Nabati

Gambar 4. Pestisida Nabati

Bahan yang digunakan dalam pembuatan sampel pestisida nabati adalah sembukan atau daun kentut, paitan atau thitonia, dan batang brotowali. Setiap bahan yang digunakan memiliki bahan aktif yang berfungsi untuk mengendalikan hama tanaman budidaya. Brotowali memiliki senyawa alkaloida yang bersifat toksik yang dapat masuk sebagai racun perut dan bekerja sebagai racun saraf. Keong mas yang terinfeksi ekstrak batang brotowali ditandai dengan tubuh yang selalu mengeluarkan lendir dan buih, pada akhirnya bagian tubuh keong mas keluar dari cangkangnya. Semakin tinggi konsentrasi yang diberikan maka semakin cepat mematikan keong mas. Ekstrak daun kipait memiliki daya penghambatan makan wereng terhadap tanaman Padi. Semakin tinggi konsentrasi cairan ekstrak daun kipait kandungan senyawa bioaktif semakin toksik sehingga menyebabkan penghambatan makan wereng coklat. Sedangkan kandungan senyawa tanin pada daun kentut dapat menghambat perkembangan ulat yang menyebabkan jaringan larva menjadi mengerut dan lebih kering. Komponen tanin berperan sebagai pertahanan tanaman terhadap serangga dengan cara menghalangi serangga dalam mencerna makanan. Tanin dapat mengganggu serangga dalam mencerna makanan karena tanin akan mengikat protein dalam sistem pencernaan yang diperlukan serangga untuk pertumbuhan sehingga proses penyerapan protein dalam sistem pencernaan menjadi terganggu. Cara pengaplikasian Pestisida Nabati ini adalah 10 ml pesisida nabati untuk 1 liter air.

5. Arang Sekam Sebagai Media Tanam

Gambar 5. Pemanfaatan Arang Sekam

Dalam dunia pertanian arang sekam padi dapat digunakan sebagai penggembur tanah, bahan pembuatan kompos, media tanam, dan media persemaian. Arang sekam dibuat dari pembakaran tak sempurna sangat bermanfaat untuk digunakan menjadi media tanam. Dalam pembakarannya sekam ini tetap menjadi bentuk awal, hanya warnanya yang menghitam. Penggunaan arang sekam padi sebagai mendia mampu daya menyimpan air yang bagus. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan air buat tanaman. Dalam memberikan pengetahuan tentang arang sekam, aplikasinya dapat digunakan sebagai media dalam vertikultur yang dapat dicampur dengan tanah. Selain itu, arang sekam dapat jadikan sebagai media semai sayur yang nantinya dipindahkan ke lahan budidaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *