PEMBUATAN PAKAN TERNAK BERGIZI TINGGI DARI JERAMI DAN BEKATUL DENGAN CARA SEDERHANA

SEPAKUNG – Kamis, 19 Juli 2018, telah dilakukan pelatihan tentang pembuatan pakan ternak bergizi tinggi dari jerami dan bekatul dengan cara sederhana. Pelatihan dilakukan di rumah Bapak Supriyadi seorang peternak sapi perah yang ada di Dusun Bungkah. Pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah organik seperti jerami untuk diubah menjadi pakan ternak yang memiliki nilai gizi yang tinggi.

Mayoritas warga Dusun Bungkah tidak memanfaatkan jerami bahkan dianggap limbah, sehingga kebanyakan jerami hanya dibakar setelah panen padi. Sisa hasil seleb padi yaitu bekatul juga hanya di jual dengan harga yang murah. Padahal jerami dan bekatul memiliki manfaat dan kandungan nutrisi yang tinggi  yang dapat dibuat produk yang lebih bermanfaat maupun bernilai, sebagai contoh ialah pakan ternak. Saat ini sebagian dari warga sudah memanfaatkan jerami sebagai pakan ternak, akan tetapi masih sebatas sebagai pakan penghilang lapar bagi sapi, tidak ada nilai gizi yang signifikan yang dapat dicerna oleh sapi. Begitu pula dengan bekatul yang masih bisa ditingkatkan nilai gizinya.

Melimpahnya limbah organik jerami dan bekatul, serta pemanfaatan yang belum maksimal, maka Tim KKN Tematik UNDIP Desa Banyubiru melakukan program pelatihan tentang pembuatan pakan ternak bergizi tinggi dengan cara yang sederhana. Untuk pengolahan jerami prosesnya disebut dengan amoniasi jerami. Cara pembuatannya yaitu dengan mencampurkan antara jerami dengan larutan pupuk urea dan EM4 peternakan kemudian disimpan dalam ember ataupun plastik dalam keadaan kedap udara selama 21 hari. Sementara bekatul dengan cara fermentasi, dimana bekatul dibasahi hingga pero (basah tetapi tidak meneteskan air) kemudian dikukus dan didinginkan setelahnya ialah pemberian ragi tape yang ditaburkan secara merata kemudian disimpan dalam ember maupun plastik dalam keadaan kedap udara selama 2-4 hari.

Pelatihan ini disertai juga dengan cara pengembangbiakan atau kultivasi bakteri EM4 untuk peternakan. EM4 dilarutkan dalam air dan ditambah dengan gula aren (gula aren dipilih karena Dusun Bungkah merupakan produsen gula aren) kemudian disimpan dalam ember kedap udara dan ditunggu selama 7 hari. Bakteri ini dapat dimanfaatkan sebagai bakteri untuk fermentasi jerami, bekatul, dedaunan maupun limbah organik lainnya untuk dijadikan pakan ternak yang terfermentasi. Selain itu juga dapat digunakan sebagai campuran minuman bagi hewan ternak. Diharapkan program pelatihan ini dapat bermanfaat dan dapat diterapkan oleh masyarakat untuk lebih meningkatkan hasil peternakan dan meningkatkan ekonomi dari warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *